Tindakan untuk Meminimalisasi Risiko Penularan Covid-19 dalam Pelaksanaan Renovasi Rumah

Posting pada 26 Jun 2020

Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global. Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya. Pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang. Untuk mencegah penularan, organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan physical distancing, atau menjaga jarak fisik demi mencegah penularan virus tersebut.

Sehubungan dengan perkembangan pandemi COVID-19 serta menindaklanjuti Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, maka dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran serta penanganan dampak COVID-19 dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi.

Pengerjaan proyek di lapangan tentunya cukup berisiko dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, kami telah merangkum pedoman yang disarankan oleh otoritas resmi seperti pemerintah maupun WHO, guna meminimalisasi risiko tersebut agar keamanan dan kesehatan setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi tetap terjaga.
  1. Menerapkan jarak yang aman antar pekerja (> 1 meter) pada saat melaksanakan konstruksi Setiap pekerja wajib menggunakan masker dan sarung tangan
  2. Setiap lokasi konstruksi dilengkapi dengan fasilitas hand wash atau hand sanitizer
  3. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada seluruh pekerja minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari (sebelum pekerjaan dimulai) dan siang/sore hari (setelah pekerjaan selesai)
  4. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada fasilitator/pelaku program lainnya yang sedang berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  5. Pekerja/fasilitator/pelaku program lainnya yang memiliki kriteria demam ≥38 derajat celcius disertai batuk dan pilek tidak diizinkan berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  6. Memasang poster (flyer) di lokasi konstruksi Padat Karya tentang himbauan/anjuran pencegahan COVID 19, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan lain-lain
  7. Melakukan penyemprotan desinfektan untuk setiap material yang tiba di lokasi konstruksi Padat Karya
Protokol ini juga diatur dalam Pergub DKI Jakarta tentang PSBB yang mewajibkan penanggung jawab proyek untuk menghubungi dinas kesehatan apabila ditemukan pekerja positif korona, untuk melakukan evakuasi dan penyemprotan desinfektan pada seluruh tempat, fasilitas, dan peralatan kerja, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi pekerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan pekerja yang positif tersebut.

Pedoman ini dibuat terutama untuk menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek konstruksi menghadapi situasi Covid-19. Tentunya ini tidak menjamin bahwa semua risiko dapat dihilangkan. Pelaksanaan di lapangan secara ketat menjadi faktor penentu seberapa besar risiko tersebut dapat diminimalisasi.
Read More

Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Posting pada 22 Jun 2020

Siapa yang tidak kenal dengan keramik lantai, salah satu elemen yang penting dalam rumah. Bukan hanya sebagai pijakan saja, keramik lantai juga dapat menciptakan kesan cantik dan kenyamanan dalam dekorasi rumah anda.

Tapi ada beberapa orang yang mengalami masalah dengan keramik lantai seperti keramik lantai yang tiba-tiba bergelombang, terangkat atau bahkan pecah dengan sendirinya. Hal ini dikenal sebagai popping. Apa penyebabnya lantai menjadi bergelombang atau 'popping' ?
  • Kondisi elemen di bawah keramik
    Penyebab pertama keramik ‘popping’ adalah perubahan atau pergerakan elemen di bawah lantai. Jika lantai berada di atas permukaan tanah, maka gempa dan banjir dapat menyebabkan pergerakan tanah di bawah pasangan lantai, dan memaksa pasangan lantai yang melekat di atasnya untuk ikut bergerak. Jika pasangan lantai keramik di atas dak beton, maka selain faktor gempa, muai-susut dak beton yang belum sempurna dapat juga menyebabkan terjadinya pergerakan pada dak beton dan pasangan keramik di atasnya

  • Perekat lantai
    Perekat keramik tradisional (semen, pasir dan air) menyusut seiring berjalannya waktu akibat menguapnya air. Penyusutan perekat yang tidak seragam akan mendorong keramik untuk lepas dengan sendirinya. Selain itu, pemasangan perekat yang tidak merata menyebabkan timbulnya lubang (kopong) di bawah keramik. Lubang-lubang ini dapat terisi air atau udara yang peka terhadap perubahan suhu. Saat terjadi perubahan suhu ekstrim lubang ini dapat memuai atau menyusut dengan cepat dan memaksa keramik di atasnya untuk ikut bergerak

  • Nat
    Nat atau Jarak antar keramik yang terlalu rapat, menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik

  • Beban Berlebihan dan benturan benda keras.
    Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya

  • Mutu lantai keramik
    Lantai keramik memiliki kadar muai-susut akibat perubahan suhu dan kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai-susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar

Bagaimana cara mencegahnya? Dan apa yang kita lakukan jika keramik lantai terlanjur meledak atau ‘popping’? Berikut langkahnya
  1. Dak beton telah kering sempurna sebelum dipasang keramik
  2. Gunakan perekat khusus sesuai jenis lantainya
  3. Gunakan keramik yang bermutu. Jika tidak, maka salah satu cara untuk menghindari muai/susut mendadak adalah dengan merendam keramik di air sebelum pemasangan
  4. Gunakan alat bantu pemasangan keramik
  5. Jarak nat antar keramik harus sesuai spesifikasi, dan gunakan pengisi nat yang bermutu
  6. Periksa setelah pemasangan dengan mengetuk keramik, bagian yang pasangannya tidak sempurna akan terdengar kosong atau kopong
  7. Beri waktu pengeringan yang cukup, lantai jangan langsung digunakan atau diberi beban.
Perbaikan keramik dapat dilakukan sebelum pecah atau ‘popping’. Jika terdeteksi sejak awal bahwa terjadi lubang di bawah keramik (suara kopong atau keramik ‘goyang’ saat diinjak), maka kami sarankan anda melepas keramik yang bermasalah, kupas adukan perekatnya sampai dasar dan pasang kembali keramiknya. Jika terlanjur pecah, maka tidak ada pilihan lain anda harus mengganti keramik yang pecah dengan yang baru.

Demikian uraian kami mengenai penyebab meledaknya keramik atau ‘popping’. Mudah-mudahan dapat menjadi masukan anda dalam mewujudkan rumah impian anda. Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Selamat Membangun Rumah Impian


Team Mitrarenov
Read More

Bingung mau Beli Rumah Developer atau Pakai Jasa Arsitek?

Posting pada 16 Jun 2020

Pernah terpikir untuk membangun sebuah rumah? Apabila Anda bermimpi memiliki sebuah rumah untuk investasi atau menjadi hunian bagi masa depan, hal itu dapat terwujud. Namun memang membutuhkan modal besar dan cukup merogoh tabungan untuk mendapatkan rumah idaman tentunya.

Akan tetapi Akan tiba waktunya bagi seseorang untuk membeli rumah apabila sudah memiliki kemampuan finansial yang mencukupi. Namun ketika kemampuan finansial yang mencukupi mereka akan dihadapkan dengan hal dalam memutuskan apakah membeli rumah dari developer atau memakai jasa arsitek. Dan dari kedua hal tersebut tentu akan ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Membeli rumah di developer menjadi salah satu yang banyak diminati banyak orang, terutama mereka yang tinggal di wilayah padat dan perkotaan. Jumlah lahan dan juga properti yang tersedia semakin sedikit dan sempit, sementara permintaan akan rumah dan tanah semakin tinggi setiap tahunnya.

Kelebihan dalam membeli rumah di developer adalah praktis. Orang bisa langsung datang, dan tinggal memilih dari berbagai macam tipe yang tersedia di pasaran, mulai dari tipe klasik, modern, minimalis, kontemporer, klasik minimalis, sampai klasik minimalis modern kontemporer. Anda tinggal bayar dan siap huni tentunya.

Namun untuk kekurangannya Rumah itu belum tentu cocok dengan apa yang anda inginkan, entah dari Penataan ruang terlihat sangat umum berupa ruang tamu di depan dilengkapi dengan kamar-kamar di dekatnya yang berjejer dan dapur yang berada di bagian belakang atau dari modelnya, spesifikasi materialnya, warnanya, kapasitasnya, besar kecilnya ruangan, ada tidaknya ventilasi, taman, dan lain sebagainya. Karena yang membangun rumah tersebut adalah developer, tentu desain dari setiap tipe rumah itu sama. Jadi rumah anda dan rumah tetangga anda akan mirip atau bahkan sama persis. Tidak akan ada keunikan tersendiri atau ciri khas dari rumah anda apabila membeli rumah dari developer.

Berbeda dengan orang yang memilih untuk memakai jasa arsitek. Seorang arsitek berpengalaman mampu merancang sebuah rumah tinggal yang fungsional dengan mempertimbangkan segala sesuatu mengenai keinginan pemilik seperti kebutuhan ruang, tata letak dan hubungan antar ruang yang selaras, langgam arsitektur yang diinginkan dan lain-lain detil keinginan pemilik, sambil dipadukan dengan daya imajinasi sang arsitek. tak ketinggalan, anggaran biaya yang dimiliki owner untuk membangun juga menjadi pertimbangan seorang arsitek dalam merancang karya arsitekturnya.

Namun untuk kekurangannya biasanya terletak pada waktu, dimana Menggunakan jasa arsitek tidak bisa mengharapkan hasil yang instan. Biasanya diperlukan waktu berbulan-bulan untuk arsitek agar dapat mewujudkan rumah impian anda.

Intinya mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. apabila anda tidak masalah dengan desain rumah yang sama dan ingin cepat tinggal di rumah baru, membeli rumah dengan developer tidaklah masalah. Namun bagi anda yang ingin rumah impian yang mencerminkan diri anda, menggunakan jasa arsitek bisa menjadi pilihan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang sedang bingung memutuskan untuk membeli rumah developer atau pakai jasa arsitek.
Read More

Bagaimana membuat IMB rumah tinggal sendiri?

Posting pada 09 Jun 2020

Tidak asing lagi bagi kita, khususnya Anda yang sedang dalam proses mendirikan rumah tinggal atau bangunan. Tentu saja akan memerlukan surat IMB (izin membangun bangunan). Namun ternyata masih banyak sekali orang-orang yang belum paham cara untuk membuat ataupun mengurus IMB dan masih menggunakan pihak ketiga untuk mengurus IMB tersebut.

Jadi jika Anda berencana untuk membangun rumah, Anda harus memastikan untuk mengurus IMB Rumah Bangunan Baru. Tujuan IMB yaitu menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman dan sesuai peruntukkan tanah. Dengan adanya mengurus IMB, diharapkan tercipta keserasian dan keseimbangan antara lingkungan dan bangunan, apalagi di kota besar seperti Jakarta yang sangat padat dengan bangunan.

Mengurus IMB sebaiknya dilakukan jauh sebelum pelaksanaan pendirian pembangunan sehingga kedepannya tidak bermasalah dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Berikut cara dan prosedur untuk mengurus IMB:

  1. Melengkapi persyaratan dokumen

    Data pemohon, yang terdiri atas:
    • Formulir data pemohon yang berisi nama pemohon, alamat pemohon, dan status hak atas tanah.
    • Dokumen identitas pemohon, berupa fotokopi KTP atau identitas lainnya dan surat kuasa dari pemilik bangunan apabila yang mengajukan permohonan bukan pemiik bangunan

    Data tanah, yang terdiri atas:
    • Tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau perjanjian pemanfaatan tanah
    • Data kondisi/situasi tanah (letak/lokasi dan topografi)
    • Surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam status sengketa
    • Surat pemberitahuan pajak terhutang bumi dan bangunan (SPPT–PBB) tahun berkenaan.

  2. Alur Pengajuan IMB Rumah Tinggal
    Bagi Anda yang memiliki rumah di bawah 500 meter persegi, mengurus IMB bisa langsung datang kecamatan di loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan, setelah itu Anda bisa langsung mengisi formulir untuk pengajuan pengukuran tanah. Satu minggu kemudian petugas akan datang ke rumah Anda dan mengukur dan membuat gambar denah rumah Anda, setelah gambar jadi maka dapat dijadikan blueprint untuk IMB.

  3. Lama Proses Pembuatan IMB Rumah Tinggal
    Setelah gambar denah selesai, baru proses pengajuan IMB bisa dilaksanakan, jangka waktu lama pembuatan IMB sendiri bisa memakan waktu 15 hari kerja.

  4. Biaya Pengurusan IMB Rumah Tinggal
    Biaya pengurusan IMB sendiri dihitung berdasarkan luasan rumah tersebut, yakni per meter persegi dikenakan biaya Rp 2.500.

    Dalam Perhitungan biaya IMB ada beberapa poin, yaitu:
    • Luas bangunan
    • Indeks konstruksi
    • Indeks fungsi
    • Indeks lokasi
    • Tarif dasar
    Untuk menghitung biaya IMB rumah Bangunan Baru, rumus yang digunakan yaitu: tarif dasar masing-masing daerah x indeks fungsi x indeks lokasi x indeks konstruksi x luas bangunan.

    Sebagai gambaran, tarif dasar pembuatan IMB saat ini sekitar Rp2.500 per meter persegi dan dihitung berdasarkan luas rumah tersebut.

  5. Mengambil IMB
    Setelah semua proses dijalankan, maka pemerintah daerah akan menerbitkan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan waktu paling lama 7 hari kerja terhitung sejak tanda bukti pembayaran retribusi IMB diterima.

Nah mudah bukan untuk mengurus IMB? Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengurus IMB ya.


Sumber:
  • Peraturan Pemerintah Dalam Negeri No 32 tahun 2010 Tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No 05/PRT/M/2016 Tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung
Read More

Kamar Tidur Kontainer, Simpel, Hemat Ruang Dan Hemat Biaya

Posting pada 15 May 2020

Semakin populernya kontainer di masa sekarang membuat beberapa hunian termasuk kamar tidur juga ikut serta dalam pembuatannya. Mempergunakan ulang kontainer adalah langkah penting dari proses pembangunan jika Anda berencana membuat ruangan yang layak huni dan nyaman. Ketika mempertimbangkan berbagai jenis hunian dengan atap datar, Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor. Misalnya, kisaran harga di mana Anda menempatkan anggaran Anda pada akhirnya memutuskan apa yang Anda buat tentunya. 

Sebuah kamar tidur kontainer ini sangat mudah dan murah dibuat karena bahan kontainer lebih murah untuk dibangun dibandingkan rumah tradisional. Menggunakan kontainer ini membuat konstruksi lebih cepat karena kontainer memiliki empat dinding, langit-langit, dan lantai sehingga dalam pembangunan bangunan dari awal kontainer ini lebih hemat energi dalam perakitannya. 

Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat menggunakan sebuah kontainer untuk pembuatan kamar tidur:
  1. Iklim
    Cuaca panas dan dingin keduanya memiliki solusi berbeda dalam sebuah kontainer. Di bawah sinar matahari musim panas, sebuah kontainer bertindak seperti rumah kaca. Namun anda bisa mengatasinya dengan Taman atap, atau atap hidup, karena dapat mengurangi sinar matahari yang masuk saat musim panas. Berbeda dengan cuaca dingin, Dalam iklim yang terutama dingin, Anda dapat membuat celah ruangan untuk menarik panas matahari yang terik dan mencegah panas meninggalkan ruangan.

  2. Tata Letak Ruangan 
    Area permukaan mempengaruhi seberapa banyak panas yang bisa keluar atau masuk ke ruangan tersebut. Semakin banyak luas permukaan yang Anda miliki, Bentuk yang paling efisien adalah suatu persegi besar atau persegi panjang karena meminimalkan rasio antara ruang internal dan luas permukaan sehingga akan banyak mencangkup sinar yang masuk kedalam ruangan.

  3. Bahan Ramah Lingkungan
    Banyak orang membangun rumah kontainer karena mereka menginginkan rumah yang ramah lingkungan. Karena dalam pembuatannya Tidak banyak menggunakan bahan kayu, justru dapat menyelamatkan lebih banyak pohon karena tidak membutuhkan kayu untuk membangunnya. Sehingga mengurangi isu global warming.

  4. Bentuk pintu dan jendela
    Dalam hunian kontainer sangat disarankan untuk membuat pintu dan jendela sebesar mungkin, mengapa begitu?? Karena ukuran pintu dan jendela yang lebih besar akan memberikan sirkulasi udara yang bagus pada ruangan anda.

Jadi tertarikkah anda untuk membuat sebuah kamar tidur dari bahan kontainer dengan beberapa faktor diatas?
Read More
 Whatsapp
  Pilih Jasa